Select Page

Perlu Utang untuk Modal Usaha? Ini yang Harus Anda Pertimbangkan

23 July 2025

Tidak sedikit orang mengambil utang untuk modal usaha dengan harapan bisa mempercepat langkah bisnis. Sayangnya, tidak semua memahami batas antara utang produktif untuk usaha dan utang konsumtif yang justru membebani.

Data menunjukkan 34% kegagalan usaha disebabkan oleh cash flow bermasalah,[1] dan 58,6% lainnya karena manajemen kinerja yang buruk[2] bukan semata kekurangan modal.  Oleh karena itu, sebelum terikat komitmen finansial, penting memahami seluk-beluk utang untuk modal usaha dan cara mengelolanya sejak awal.

Jenis-Jenis Sumber Utang untuk Modal Usaha

Setiap sumber utang menawarkan peluang sekaligus risiko. Berikut ini beberapa bentuk strategi pembiayaan bisnis yang umum diakses para pelaku usaha.

1. Keluarga & Teman

Dukungan finansial dari orang terdekat kerap jadi pilihan awal. Prosesnya cepat dan tanpa bunga serta lebih fleksibel daripada opsi lainnya. Namun, tanpa komitmen dan transparansi, hal ini bisa merusak hubungan personal.

Oleh karena itu, perlakukan bantuan dari keluarga maupun teman sebagai tanggung jawab profesional.

2. Koperasi Simpan Pinjam

Opsi ini kerap jadi pilihan pembiayaan UMKM karena pendekatan berbasis komunitas dan bunga yang relatif rendah umumnya 0,3% hingga 2,5% per bulan, maksimal 24% per tahun.[3] Namun, prosesnya cenderung lebih lambat dan biasanya mensyaratkan keanggotaan aktif dalam koperasi.

3. Bank Umum

Bank umum menjadi pilihan strategis saat Anda membutuhkan kredit modal kerja dalam jumlah besar dengan legitimasi kuat. Dengan posisi kredit UMKM yang mencapai Rp1.457 triliun pada 2023[4] dan pertumbuhan 8,43%, bank terbukti mendorong ekspansi usaha.[5]

Oleh karena itu, jenis sumber utang untuk modal usaha ini cocok untuk bisnis mapan yang ingin naik kelas. Namun, prosesnya tidak ringan: syarat agunan, riwayat usaha, hingga laporan keuangan solid harus Anda persiapkan.

4. Fintech & P2P Lending

Sebagai opsi pinjaman yang serba digital dan kilat cair, fintech dan P2P lending menarik banyak pelaku usaha baru. Namun, jangan terkecoh—meski 31,52% dananya tersalur ke UMKM per Kuartal II 2024,[6] bunga tinggi dan minim pengawasan bisa jadi jebakan.

Oleh karena itu, selalu pilih platform legal dan terdaftar OJK sebelum klik pinjam.

5. Perusahaan Pembiayaan

Bagi pemilik kendaraan, perusahaan pembiayaan menawarkan akses dana cepat lewat jaminan aset. Legalitasnya juga terjamin berikut tenor yang fleksibel, selain itu, rasio NPF hanya 2,87% pada akhir Desember 2024, yang menandakan risikonya cukup terkendali.[7] Namun, risiko kehilangan aset tetap nyata apabila gagal melunasi.

Lebih dari apa pun, memilih utang bukan soal siapa yang paling cepat cair, tapi mana yang paling sesuai dengan daya tahan usaha Anda. Dengan memilih kanal yang tepat, maka peluang untuk berkembang juga lebih terjamin.

Utang Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Tak semua kebutuhan usaha cocok ditutup dengan pinjaman jangka panjang, begitu juga sebaliknya. Utang jangka pendek (≤1 tahun) ideal untuk modal kerja yang mendesak dan perputarannya cepat, seperti stok barang dan logistik atau biaya operasional.[8]

Namun, pastikan arus kas sanggup mengejar cicilan tanpa tersendat. Sebaliknya, tenor pinjaman modal usaha jangka panjang cocok untuk investasi besar: beli alat produksi, renovasi tempat, ekspansi. Beban cicilannya memang lebih ringan per bulan, tapi risikonya berlarut bila proyeksi meleset.[9]

Ini menjadi titik penting dalam mencocokkan tenor dengan siklus bisnis dan kapasitas bayar. Salah ambil tenor, pada akhirnya, dapat mengganggu cash flow atau justru menyulap utang menjadi beban jangka panjang.

Pada akhirnya, menyesuaikan jangka waktu pinjaman dengan tujuan usaha bukan sekadar strategi finansial, tapi langkah penting dalam menjaga kesehatan keuangan usaha.

Alternatif Cerdas sebelum Mengambil Utang

Sebelum buru-buru mengajukan pinjaman usaha kecil, ada baiknya menimbang sumber dana untuk usaha yang lebih fleksibel dan minim risiko.

Pendekatan lean startup jadi opsi rasional: mulai dari kecil, fokus pada validasi pasar, lalu tumbuh seiring kebutuhan.[10] Kebutuhan modal pun lebih ringan dan dapat menyesuaikan.

Apabila tidak ingin berjalan sendiri, ada joint venture yang memungkinkan Anda berbagi tanggung jawab dan sumber daya dengan mitra yang sevisi. [11] Sementara itu, crowdfunding komunitas menghadirkan peluang menggalang dana dari audiens yang mendukung ide Anda secara sosial maupun emosional.[12]

Pilihannya:

  • Lean startup, minim investasi awal
  • Joint venture, berbagi beban dan risiko
  • Crowdfunding, dukungan publik berbasis kepercayaan

Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa membangun usaha tanpa langsung terjebak dalam skema utang.

Mengambil utang untuk modal usaha sah-sah saja selama tahu kapan waktunya tepat—yakni saat usaha punya arah jelas, proyeksi realistis, dan strategi pengembalian yang matang. Namun, setiap jenis pinjaman modal punya risiko.

Apabila modal pribadi belum cukup, pertimbangkan pembiayaan jaminan BPKB dari MUFDana legal, cepat, dan diawasi. Pilihan cerdas untuk mengakses utang untuk modal usaha dengan percaya diri. Ajukan sekarang lewat MUFDana!