Select Page

Perbedaan Debit dan Kredit: Panduan untuk Keuangan Pribadi

19 November 2025

Memahami perbedaan antara debit dan kredit bukan sekadar mempelajari istilah perbankan, melainkan merupakan dasar untuk mengambil keputusan finansial yang lebih cermat.

Sebagai contoh, saat ekonomi melambat di 2024,[1] penggunaan kredit naik 7,7%.[2] Hal ini menunjukkan bahwa individu maupun bisnis memahami strategi finansial yang tepat: memanfaatkan kredit bisa membantu menjaga arus kas tetap lancar, sementara mengandalkan debit untuk kebutuhan besar saat ekonomi lesu bisa memberatkan.

Jadi, apa perbedaan keduanya? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Debit dan Kredit serta Contohnya (Dalam Perbankan)?

Debit adalah aktivitas pengurangan atau penarikan dana dari saldo rekening Anda. Contoh, menarik uang dari ATM, membayar belanjaan dengan debit, atau mentransfer dana dengan memotong saldo debit. Pada dasarnya adalah transaksi dengan dana Anda sendiri.

Kredit adalah aktivitas yang melibatkan penggunaan dana bersumber dari bank atau institusi keuangan, dengan keterikatan untuk menyelesaikan pembayarannya di masa mendatang. Seperti membeli barang dengan cicilan atau mengajukan pinjaman. Pada dasarnya adalah penggunaan dana yang belum Anda miliki.

Perbedaan Debit dan Kredit

Agar lebih mudah Anda pahami, berikut tabel sederhana yang menampilkan perbedaan keduanya:

Aspek Debit Kredit
Sumber Dana Dana yang tersedia di rekening Memanfaatkan dana pinjaman atau limit kredit
Cara Pembayaran Langsung dibayarkan Dibayar kemudian atau dicicil
Bunga atau Biaya Nol, kecuali beban administrasi Bisa dikenakan bunga atau biaya tambahan
Risiko Finansial Rendah, karena uang sudah ada Lebih tinggi jika tidak bijak, bisa menimbulkan utang
Dampak Riwayat Finansial Tidak memengaruhi skor kredit (SLIK OJK) Membangun atau merusak skor kredit
Contoh Pengunaan Pembayaran ATM, kartu debit, transfer Kartu kredit, pinjaman kendaraan, cicilan

Kelebihan dan Kekurangan Debit dan Kredit

Langkah bijak sebelum menentukan sistem transaksi adalah mengenal dulu sisi positif dan negatifnya.

Kelebihan Debit:

  • Mengontrol pengeluaran: Setiap pembayaran tercatat otomatis dan langsung mengurangi saldo rekening, sehingga pengeluaran dapat Anda pantau dengan lebih transparan.
  • Tidak menimbulkan utang: Transaksi dibiayai sepenuhnya dari dana pribadi, sehingga tidak menimbulkan kewajiban angsuran.

Kekeurangan Debit:

  • Fleksibilitas terbatas: Transaksi yang ingin Anda lakukan akan tidak bebas karena tergantung dari jumlah saldo. Karenanya, debit bisa sangat kurang praktis untuk kebutuhan mendesak atau pembelian besar.

Kelebihan Kredit:

  • Mempermudah transaksi besar: Memungkinkan pembelian bernilai tinggi (seperti kendaraan) melalui cicilan, mencegah penundaan yang bisa merugikan akibat inflasi.
  • Memberikan fleksibilitas pembayaran: Memberikan waktu tambahan untuk mengatur arus kas, karena pembayaran dapat Anda cicil dan tidak memotong saldo secara mendadak.
  • Membangun Reputasi Finansial: Ketepatan dalam pelunasan dan penggunaan kredit yang terkontrol membantu memperkuat reputasi finansial Anda melalui Skor Kredit (SLIK OJK), yang kelak bisa menjadi kunci akses untuk pendanaan besar.

Kekurangan Kredit:

  • Risiko utang berlebih: Anda menanggung kewajiban untuk membayar cicilan secara berkala. Jika kewajiban ini tidak Anda kelola dengan baik, jumlah utang bisa menumpuk seiring waktu.
  • Beban Transaksi: Setiap transaksi yang Anda lakukan akan mewajibkan pembayaran bunga, sesuai ketentuan yang berlaku di bank atau lembaga keuangan terkait.

Kapan Harus Debit, Kapan Harus Kredit: Panduan untuk Pengeluaran Bijak

Memilih antara keduanya sebaiknya Anda sesuaikan dengan tujuan dan kondisi keuangan saat ini.

Debit direkomendasikan pada transaksi sehari-hari yang nilainya relatif kecil, seperti belanja rumah tangga, ongkos transportasi sehari-hari, atau tagihan listrik atau air bulanan.

Sementara itu, Anda bisa menggunakan kredit untuk kebutuhan mendesak dan pembelian besar. Alasan utamanya adalah untuk:

  1. Menjaga Dana Darurat Tetap Utuh: Kredit menjadi buffer yang cerdas, memastikan saldo di rekening debit yang Anda alokasikan untuk dana darurat tetap likuid dan tetap tersedia untuk keadaan darurat yang tak terduga.
  2. Mengunci Harga: Membeli aset yang nilainya cepat meningkat (seperti kendaraan) hari ini dengan cicilan, daripada menunggu tabungan Anda mengejar inflasi.

Studi Kasus: Debit vs Kredit

Jika Anda membayar penuh dengan debit, harga motor Rp20.000.000 akan langsung dipotong dari saldo rekening.

Ini berarti arus kas Anda berkurang drastis dalam satu kali transaksi, dan mungkin menyulitkan pengeluaran bulanan lain seperti belanja rumah tangga, tagihan listrik, atau transportasi.

Sebaliknya dengan kredit Rp20.000.000 bisa Anda cicil dalam beberapa bulan atau tahun sesuai tenor yang Anda dan pihak bank sepakati. Misalnya, dengan tenor 12 bulan dan bunga ringan, Pengeluaran bulanan Anda menjadi lebih teratur dan tidak membebani saldo secara sekaligus.

Kemudahan bertransaksi dengan kredit yang menguntungkan seperti ini bisa Anda peroleh dengan MOAS. Pilihan terpercaya untuk kredit kendaraan, dengan proses pengajuan cepat, transparan, dan dengan bunga rendah yang tidak membebani.

Mari pahami perbedaan debit dan kredit secara matang, agar pengelolaan keuangan lebih strategis. Dengan begitu, kondisi finansial menjadi lebih sehat, seimbang, dan siap mendukung setiap rencana hidup Anda.

Jangan tunggu lagi, mulai atur keuangan dengan bijak dan raih kendali finansial yang lebih optimal bersama MOAS, layanan kredit terpercaya Anda!