Gelar Media Gathering Ramadan 1447 H, Mandiri Utama Finance Perkuat Sinergi dan Tegaskan Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan
March 11 2026
Gelar Media Gathering Ramadan 1447 H, Mandiri Utama Finance Perkuat Sinergi
dan Tegaskan Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta, 5 Maret 2025 – PT Mandiri Utama Finance (MUF) menggelar Media Gathering
Ramadan 1447 H pada Kamis (5/3) di Jakarta Selatan. Melalui momentum tersebut,
MUF menyampaikan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan
berkelanjutan di tahun 2026 melalui strategi ekspansi selektif, penguatan sinergi
dengan perbankan, serta optimalisasi seluruh portofolio pembiayaan.
Direktur sekaligus Plt. Direktur Utama MUF, Dapot Parasian S. Sinaga, menyampaikan
bahwa di tengah tantangan daya beli masyarakat, MUF tetap melihat peluang
pertumbuhan yang positif.
“Menghadapi 2026, kami tidak semata mengejar pertumbuhan volume, tetapi
memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Strategi kami adalah ekspansi yang
selektif, penguatan manajemen risiko, dan optimalisasi potensi sinergi dalam ekosistem
Bank Mandiri dan BSI,” ujar Dapot.
Dari sisi bisnis, Dapot menyampaikan bahwa MUF akan memaksimalkan seluruh
portofolio pembiayaan yang dimiliki, mencakup pembiayaan mobil baru, mobil bekas,
motor baru, motor bekas, serta pembiayaan dana tunai. Selain itu, perusahaan juga
meningkatkan penetrasi pada segmen wholesale sebagai bagian dari strategi
diversifikasi dan penguatan struktur bisnis.
Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu momen penting, di mana tahun
ini MUF menghadirkan promo tematik bertajuk “Berkah Kendaraan Impian”, yang
dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara lebih fleksibel dan
kompetitif.
“Ramadan selalu menjadi momentum peningkatan kebutuhan kendaraan. Melalui
program Berkah Kendaraan Impian, kami ingin menghadirkan solusi pembiayaan yang
relevan, namun tetap prudent dan terukur,” tambah Dapot.
Menjelang Lebaran, pembiayaan mobil diproyeksikan tetap menjadi segmen dominan
untuk kebutuhan perjalanan keluarga, sementara sepeda motor mendukung mobilitas
harian. Produk dana tunai juga menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi
berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya.
Sejalan dengan komitmen sustainable business, MUF mencatat pembiayaan kendaraan
listrik (EV) dan hybrid sepanjang 2025 mencapai Rp2,49 triliun, tumbuh 99% secara
year-on-year dan mencakup 10% dari total penyaluran pembiayaan. Di sisi lain, porsi
pembiayaan sektor produktif mencapai 23% dari total portofolio, mencerminkan peran
aktif MUF dalam mendukung kegiatan ekonomi riil.
MUF juga memiliki potensi besar melalui sinergi dengan Bank Mandiri dan Bank
Syariah Indonesia. Dari sisi pendanaan, skema joint financing memperkuat struktur
pembiayaan secara lebih efisien dan kompetitif. Dari sisi penjualan, captive market
dalam ekosistem perbankan memberikan peluang ekspansi kepada nasabah dengan
profil risiko yang terjaga.
“Sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga
perluasan akses pasar yang berkualitas. Ini menjadi kekuatan utama kami untuk
tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” jelas Dapot.
Dari sisi kualitas aset, MUF berhasil menjaga rasio Non-Performing Financing (NPF)
pada level 1,30% per Januari 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya sebesar 1,36%. Capaian ini menunjukkan efektivitas penguatan
manajemen risiko serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika pasca
Lebaran.
Dengan strategi ekspansi yang selektif, penguatan sinergi, serta fokus pada
pembiayaan berkelanjutan dan sektor produktif, MUF optimistis dapat menjaga
pertumbuhan yang sehat sepanjang 2026.
Kinerja dan fundamental bisnis MUF juga tercermin dari hasil pemeringkatan PT
Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) yang kembali menetapkan peringkat idAAA
dengan outlook stabil untuk periode 2026 hingga 2027. Peringkat ini merupakan
kategori tertinggi yang diberikan lembaga independen tersebut dan mencerminkan
kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangan
jangka panjangnya.
Sepanjang 2025, MUF juga meraih sejumlah penghargaan sebagai bentuk pengakuan
atas kinerja dan kontribusi perusahaan. Di antaranya Indonesia Halal Industry Awards
2025 dari Kementerian Perindustrian, penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak
sebagai salah satu Wajib Pajak dengan kontribusi penerimaan terbesar, serta
penghargaan pada ajang Bisnis Indonesia Financial Awards 2025.