Select Page

Perbedaan Leasing dan Kredit: Kepemilikan, Biaya, dan Tips

8 October 2025

Memahami perbedaan antara leasing dan kredit menjadi langkah penting sebelum memutuskan metode pembiayaan.

Dari sekian banyak opsi yang tersedia, kedua cara inilah yang paling populer di Indonesia, dengan sekitar 70–80% pembelian kendaraan dilakukan melalui leasing atau kredit. Bisa jadi Anda pun sedang menimbang salah satunya.[1][2]

Meski keduanya sama-sama memudahkan kepemilikan kendaraan tanpa harus membayar penuh di awal, mekanisme dan manfaat yang ditawarkan ternyata berbeda.

Agar keputusan Anda lebih tepat dan sesuai kebutuhan, mari kita telusuri lebih dekat perbedaan leasing dan kredit berikut ini!

Apa Itu Leasing dan Kredit?

Leasing adalah mekanisme penyewaan fungsional atas aset. Cara kerjanya adalah perusahaan pembiayaan (lessor) menyediakan barang yang Anda (lessee) butuhkan dengan balasan pembayaran berkala.

Di sini  Anda hanya membayar hak untuk menggunakan aset atau seperti menyewa barang pada umumnya, bukan lunas memiliki. Kecuali, Anda melakukan opsi beli di akhir masa kontrak.[3]

Sementara itu, kredit adalah utang untuk kepemilikan. Pihak bank atau lembaga pembiayaan membantu menyediakan dana untuk pengadaan barang, sementara Anda melunasinya secara bertahap melalui cicilan.

Sejak akad disepakati, barang itu sudah resmi menjadi milik Anda, meski masih “terikat” oleh kewajiban pembayaran.

Perbedaan Leasing dan Kredit Secara Detail

Untuk lebih jelas, berikut perbedaan antara keduanya dari  beberapa parameter kritis:

1. Otoritas Legal (Kepemilikan)

Dalam leasing, hak kepemilikan berada di tangan perusahaan pembiayaan. Anda hanya memiliki hak pakai selama periode sewa.

Jadi pembelian melalui program leasing motor atau mobil, Anda akan terus membayar angsuran bulanan, tetapi STNK dan BPKB tetap atas nama perusahaan pembiayaan.

Sementara sistem kredit menawarkan “pembelian barang” langsung atas nama kepemilikan adalah Anda. Namun, dokumen kepemilikan masih akan menjadi agunan sampai liabilitas terbayar lunas.

2. Lama Pembayaran

Dalam leasing, masa cicilan biasanya menyesuaikan umur ekonomis aset dan ditentukan oleh lessor. Ambil contoh mobil, yang umumnya memiliki tenor antara 3 hingga 5 tahun, tergantung kesepakatan dengan pihak leasing.

Sementara pada kredit menawarkan keleluasaan lebih besar. Nasabah bisa menyesuaikan lamanya cicilan dengan kemampuan finansial pribadi sesuai program pembiayaan yang ditawarkan.

3. Biaya Tambahan

Biaya pembayaran kredit cukup pokok: down payment (DP), pokok utang, biaya administrasi, bunga kredit, asuransi kendaraan, dan biaya fidusia. Sementara leasing lebih berlapis, dengan penambahan booking fee hingga ongkos pemeliharaan aset.

4. Penggunaan Barang

Dalam skema leasing, ruang gerak pemanfaatan aset biasanya tidak sepenuhnya bebas. Pada kendaraan, ada penetapan batas jarak tempuh selama masa kontrak untuk melindungi nilai aset. Sebaliknya, dalam kredit, Anda memiliki kendali penuh.

5. Status Akhir Kontrak

Pada leasing Anda memiliki hak opsional untuk membeli aset, memperpanjang masa sewa, atau mengembalikan aset. Sementara kredit mutlak, yakni melunasi seluruh angsuran.

6. Perlakukan Hukum Terhadap Wanprestasi

Dalam leasing, risiko gagal bayar bisa merugikan karena hak kepemilikan tetap berada di tangan lessor. Akibatnya, perusahaan pembiayaan dapat mengeksekusi penarikan aset dengan cepat dan sah secara hukum.

Sebaliknya, dalam kredit, kendaraan langsung menjadi milik debitur, sehingga gagal bayar tidak otomatis membuat aset ditarik kembali. Namun, lembaga pembiayaan bisa menempuh jalur hukum untuk menagih, tetapi prosesnya cenderung lebih panjang.

Tips Memilih Antara Leasing dan Kredit

Selain soal bunga atau cicilan, keputusan perlu Anda timbang lebih masak. Berikut beberapa hal yang bisa membantu Anda menimbang keputusan dengan lebih bijak:

  1. Tujuan Penggunaan

Untuk kebutuhan usaha yang dinamis atau aset yang cepat berganti, leasing bisa lebih efisien karena kemudahan dalam pembaruan rutin. Kredit, sebaliknya, sesuai untuk mereka yang mengutamakan kepemilikan penuh dan kendali penuh atas aset.

  1. Perhatikan Kondisi dan Kemampuan Finansial

Hitung dengan realistis kemampuan membayar cicilan tiap bulan, termasuk bunga, asuransi, dan biaya tambahan lain. Jangan sampai cicilan mengganggu arus kas harian atau kebutuhan pokok Anda.

  1. Pahami Struktur Biaya dan Risiko

Leasing mungkin tampak ringan di awal, tetapi sering kali memiliki biaya tambahan. Sementara kredit lebih transparan, namun Anda menanggung semua risiko kepemilikan.

  1. Jangan Terburu-buru Menandatangani Kontrak

Baca setiap klausul perjanjian dari produk leasing atau kredit dengan cermat. Pertimbangkan denda, penalti, dan biaya tambahan lainnya.

Untuk leasing, jangan lupa cek juga opsi beli di akhir masa sewa, sehingga Anda bisa merencanakan kepemilikan aset dengan lebih matang.

Membandingkan leasing dan kredit mungkin terasa membingungkan, tapi ini penting agar Anda bisa menemukan metode pembiayaan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Terutama dalam pemilihan metode bayar kendaraan.

Jika tujuan Anda adalah memiliki aset sendiri, MUF Online Auto Show (MOAS) siap membantu. Tersedia berbagai opsi Kredit Mobil dan Kredit Motor bekas serta baru yang cicilan dan bunganya ringan dengan  beragam opsi tenor.

Jangan biarkan keraguan menahan langkah Anda. Pelajari perbedaan leasing dan kredit dan tentukan pembiayaan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.