Mengenal Apa Itu Leasing: Jenis, Kelebihan, dan Cara Kerja
1 October 2025
Banyak orang tahu leasing sebagai cara cepat memiliki kendaraan tanpa harus menunggu tabungan terkumpul, tapi belum semua benar-benar memahami apa itu leasing dan menyamakannya dengan sistem kredit. Padahal, keduanya beroperasi dengan mekanisme yang berbeda.
Lalu, apa sebenarnya leasing itu, dan bagaimana prosesnya berjalan? Mari kita bahas secara jelas di sini!
Apa yang Dimaksud dengan Leasing Menurut Regulasi Resmi
Leasing adalah pembiayaan di mana perusahaan pembiayaan (lessor) membeli barang yang Anda butuhkan untuk kemudian disewakan pada Anda (lessee) selama jangka waktu tertentu sesuai kontrak.[1]
Sebagai gantinya, Anda akan membayar cicilan secara berkala hingga masa sewa berakhir. Setelah itu, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk membeli, menyewa kembali, atau mengembalikan aset.
Lembaga pembiayaan seperti ini tergolong lembaga keuangan non-bank, karena mereka tidak menghimpun dana langsung dari masyarakat seperti halnya bank, melainkan berfokus pada pembiayaan aset atau barang modal.
Dan perlu Anda garis bawahi, pada leasing hak kepemilikan kendaraan tetap berada di tangan perusahaan pembiayaan. Jadi, selama masa pembayaran, Anda masih berstatus sebagai pengguna, bukan pemilik penuh.
Jenis-Jenis Leasing
Untuk leasing kendaraan, ada dua jenis lease yang paling umum, yakni leasing dengan hak opsi dan leasing tanpa hak opsi. Berikut penjelasannya:
- Leasing dengan Hak Opsi
Beli dengan cicilan terstruktur. Di sini lessor membeli jenis kendaraan yang Anda pilih, membayar ke supplier, lalu menyerahkan barang itu kepada Anda.
Selama periode pembayaran, hak kepemilikan tetap berada di tangan lessor. Namun, berbeda dengan sewa biasa, di akhir kontrak Anda biasanya mendapatkan opsi untuk membeli barang tersebut, sehingga pada akhirnya kepemilikan bisa berpindah.[2]
Ini pilihan yang bisa Anda pakai jika tujuan Anda memang ingin memiliki kendaraan tersebut.
- Leasing Tanpa Hak Opsi
Lebih mirip “menyewa murni.” Lessor membeli barang dan menyewakannya kepada Anda, tapi pembayaran berkala tidak mencakup harga perolehan barang.
Skema ini biasanya dipilih oleh perusahaan yang membutuhkan armada baru secara berkala dan ingin mengganti kendaraan di akhir kontrak tanpa harus membeli secara penuh.
Cara Kerja Leasing: Dari Pengajuan Hingga Kepemilikan
Tujuan utama leasing adalah menyewakan, tapi Anda juga bisa memiliki asetnya. Agar lebih mudah Anda pahami, berikut cara kerjanya:
- Tentukan barang atau kendaraan yang Anda butuhkan dan mengajukan permohonan ke perusahaan leasing.
- Lessor mengecek dokumen, survei, dan kemampuan bayar Anda.
- Setelah Lessor menyetujui, kontrak jadi, dan Anda membayar uang muka serta biaya administrasi.
- Lessor membeli barang dari dealer, kemudian Anda bisa langsung menggunakan aset tersebut.
- Anda membayar biaya sewa rutin sesuai kontrak.
- Jika kontrak menyediakan opsi beli, kepemilikan penuh baru berpindah setelah membayar harga sisa, jika tidak, produk leasing akan kembali ke lessor.
Kelebihan dan Kekurangan Leasing
Leasing menawarkan cara fleksibel untuk menggunakan barang modal tanpa harus langsung membeli, tetapi seperti semua skema pembiayaan, sistem ini memiliki sisi kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan:
- Likuiditas Tetap Terjaga
Leasing memungkinkan Anda membagi biaya barang barang ke dalam cicilan rutin, sehingga keuangan tetap lancar. Contohnya, membeli kendaraan operasional lewat leasing membuat Anda tetap memiliki dana darurat yang cukup di kantong.
- Kemudahan Upgrade atau Penggantian Barang
Leasing memungkinkan Anda mengganti atau meng-upgrade barang dengan lebih mudah di akhir kontrak. Misalnya, kendaraan bisa diganti model terbaru karena kendaraan yang Anda sewa sebelumnya memang bukan atas kepemilikan Anda pribadi.
- Perawatan dan Asuransi Bisa Ditangani Lessor
Untuk operating lease, pengeluaran tambahan seperti pajak, asuransi, atau perawatan sering ditopang oleh lessor, sehingga tidak urusan finansial tambahan yang memberatkan Anda.
Kekurangan:
- Hak Kepemilikan Belum Mutlak
Barang yang Anda gunakan adalah milik perusahaan leasing. Jika Anda terlambat membayar atau wanprestasi, lessor berhak mengambil langkah, termasuk menarik barang atau menyewakannya kepada pihak lain.
- Pembatasan Penggunaan
Untuk kendaraan yang disewakan, lessor dapat menentukan ketentuan seperti jarak tempuh maksimum, larangan modifikasi, dan kewajiban menjaga kondisi barang agar nilai tetap stabil.
- Total pembayaran bisa lebih tinggi
Ketika ingin memiliki barang tersebut, Anda harus membayar harga sisa yang dihitung berdasarkan perkiraan nilai barang di akhir masa kontrak. Biaya tambahan ini bisa membuat total pengeluaran lebih tinggi dibanding membeli barang secara langsung melalui kredit.
Kapan Leasing Cocok untuk Anda?
Leasing cocok bagi Anda yang ingin menggunakan kendaraan dengan cepat tanpa mengeluarkan dana besar di awal, atau memerlukan armada operasional tanpa ingin menanggung risiko penyusutan nilai aset.
Namun, jika tujuan Anda adalah benar-benar memiliki kendaraan pribadi, pembiayaan melalui kredit kendaraan dari bank adalah pilihan yang lebih aman, karena hak kepemilikan langsung berada di tangan Anda sejak awal.
Untuk pemilihan keputusan, Anda bisa membandingkan skema ini dengan melihat perbedaan leasing dan kredit terlebih dahulu.
Namun, jika Anda sudah siap memiliki kendaraan tanpa harus menunggu dana terkumpul, MUF Online Autoshow (MOAS) bisa menjadi solusi ideal.
Dengan proses pengajuan yang cepat dan transparan, didukung jaringan nasional yang luas, MOAS menawarkan berbagai pilihan kredit motor dan mobil dengan persyaratan mudah dan bunga yang bersahabat.
Dengan memahami apa itu leasing, Anda bisa membuat keputusan finansial yang lebih tepat dan aman untuk masa depan kendaraan Anda.



